China, Peluang atau Ancaman

1. Perjalanan Panjang.

 

China pada masa lalu merupakan salah satu negeri yang mempunyai sejarah peradaban dan budaya paling maju dan tua di dunia. Hingga saat ini telah menapak perjalanan sejarah yang panjang dengan rentang waktu mencapai hampir 4000 tahun.

Sejarah China secara garis besar dibagi ke dalam 3 (tiga) periode yaitu:

• Periode pertama

Periode ini dimulai oleh Dinasti Xia, kemudian Dinasti Shang, dan Dinasti Zhou – yang terbagi menjadi Zhou Barat dan Zhou Timur.

• Periode kedua

• Periode ketiga

China modern yang dimulai sejak 1912 hingga sekarang., masa Kekaisaran China yang dimulai dari 221 sebelum Masehi hingga 1912. Masa Kekaisaran ini dimulai oleh Dinasti Qin, dan kemudian diteruskan oleh beberapa Dinasti serta diakhiri oleh Dinasti Qing. , China kuno yang dimulai dari 1500 sebelum Masehi hingga 221 sebelum Masehi.

Dalam perjalanan masa yang panjang itu, negara tersebut mengalami berbagai peristiwa dan sejarah penting; pernah mengalami masa kekuasaan kerajaan-kerajaan yang dipenuhi sejarah peperangan, kemudian berhasil dipersatukan tetapi kemudian terpecah kembali. China yang terpecah-pecah kemudian berhasil dipersatukan kembali.

China pernah mengalami dikuasai bangsa lain yaitu bangsa Mongol dari 1279 hingga 1368 di bawah kekuasaan Dinasti Yuan, dan bangsa Manchuria dari 1644 hingga 1911 di bawah kekuasaan Dinasti terakhir – Qing.

China modernpun pernah mengalami sejarah penjajahan dan penghinaan bangsa asing hingga China yang dipenuhi pergulatan internal. Dari perjalanan sejarah panjang itu baru pada penghujung abad ke-20 China mulai memperlihatkan masa yang penuh harapan dengan kemajuan ekonomi yang menjanjikan. Dalam bidang militer, negara ini mengalami sejarah yang panjang, sepanjang perjalanan sejarah China.

Dalam dua periode awal sejarah China, struktur kekuatan militer China dibangun selain untuk menghadapi ancaman bangsa-bangsa nomaden dari Mongolia, Manchuria dan dari Asia Tengah, juga dipengaruhi oleh paham legalisme dan pengaruh ajaran Konghuchu.

Para legalis mulai Shang Yang hingga Li Si, keduanya adalah Perdana Menteri masa pemerintahan Qin, menganut pemikiran bahwa secara sosial masyarakat harus dikelompok-kelompokan dan secara birokratik harus diatur. Pemikiran ini merombak sama sekali konsep militer saat itu yang menganut struktur dengan sistem otokrasi. Demikian juga dengan nilai-nilai ajaran Konghuchu yang makin mempengaruhi kehidupan masyarakat China sejak Dinasti Han dan dinasti-dinasti berikutnya.

Salah satu ajaran Konghuchu mengajarkan bahwa Raja-raja yang mendapat Amanah dari Surga adalah mereka yang berbuat kebajikan dan memerintah dengan memberikan contoh moral yang baik serta nilai-nilai kerohanian. Raja-Raja yang suka berperang akan mendapat tentangan dan akan dikutuk oleh sejarah, sedangkan Raja-Raja yang mencintai dan berusaha menciptakan perdamaian serta meninggalkan nilai-nilai kekerasan dengan mengetengahkan nilai-nilai yang beradab akan mendapat pujian dan penghormatan.

Sejarah China mencatat Kaisar Qin Shi Huang (259 – 210 S.M.) dan Yongle atau Kaisar Zhu Di, (dalam sejarah Melayu dikenal dengan Yung Lo dari Dinasti Ming, 1360 – 1424), adalah di antara raja-raja yang paling suka berperang.

Kaisar Qin Shi Huang adalah Kaisar yang berhasil menyatukan China. Dalam masa pemerintahannya, Qin lebih banyak mencurahkan perhatiannya kepada masalah-masalah kenegaraan. Falsafah politiknya banyak dipengaruhi oleh filsafat Han Fei Tzu – yang mendefinisikan manusia secara alamiah sebagai mahluk jahat – karena itu perlu ada sistem hukum dan hukuman keras. Qin Shi Huang juga memberlakukan sistem perpajakan yang tinggi. Karena itu pada masa pemerintahannya, sering terjadi penindasan manusia, sehingga rakyat hidup dalam ketakutan dan kesengsaraan.

 

 Zhu Di atau Yongle merupakan Kaisar ketiga dari Dinasti Ming yang dibangun ayahnya, Zhu Yuanzhang, yang memerintah Kekaisaran Taizu dengan Nanjing sebagai pusat pemerintahan. Zhu Di juga sering dijuluki Second Founding – Dinasti Ming. Sepanjang karir politiknya, dikenal sebagai ahli strategi militer dan pemimpin militer yang cemerlang. Zhu Di adalah seorang pemimpin yang energik, bersemangat, berani mengambil risiko, dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Zhu Di selalu bertindak dan bersikap hati-hati serta penuh kewaspadaan, sehingga sangat disegani dan dihormati oleh pasukannya – yang mengakuinya sebagai pemimpin militer yang efektif dan telah banyak mengalahkan lawan-lawannya.

Dalam bidang militer, Zhu Di banyak dipengaruhi oleh pemikiran Sun Tzu penulis The Art of War, terutama taktik dan tehnik pendadakan (surprise), pengelabuan (deception), dan bahkan taktik-taktik yang membingungkan dan dianggap tidak lazim, seperti mengerahkan tentara Mongol ketika bertempur melawan musuh bebuyutannya, Jianwen.

Padahal Zhu Di dengan dibantu mertuanya Jenderal Xu Da yang berhasil mengamankan perbatasan di utara dalam menghadapi dan mengalahkan tentara Mongol, ketika tentara Mongol menyerbu dari utara. Zhu Di berhasil mengakhiri pemerintahan Jianwen dan dengan kejam membersihkan pendukung Jianwen pada akhir 1402. Zhu Di menganggap tindakan ini diperlukan untuk dapat menegakkan pemerintahan yang efektif dan menciptakan perdamaian di China.

Pada masa pemerintahannya, Zhu Di secara resmi memindahkan ibukota pemerintahannya dari Nanjing ke Beijing, dan membangun istana yang sekarang dikenal dengan nama Forbidden City.

Meskipun dalam upaya menegakkan kekuasaan, Zhu Di banyak melakukan peperangan dan kadang-kadang bertindak bengis, dalam membina hubungan dengan negara-negara lain, Zhu Di melakukan cara yang berbeda.

Salah satu episode penting dalam sejarah hubungan luar negeri pada masa pemerintahannya, terjadi tatkala Kaisar Zhu Di memerintahkan mantan seorang kasim untuk memimpin pelayaran muhibah ke negara-negara Asia Tenggara, di antaranya pelayaran muhibah ke Nusantara atau Indonesia yang dilakukan hingga tujuh kali, Samudera Hindia, Teluk Persia, Kepulauan Maladewa, bahkan sampai ke pantai timur Afrika seperti Somalia dan Kenya.

Kasim yang kemudian dikenal sebagai pelaut legendaris dan tokoh multidimensional itu bernama Laksamana Zheng He. Di Indonesia lebih dikenal dengan Cheng Ho yang telah menggoreskan urat sejarah kebesaran China pada abad ke-15. Peninggalannya banyak dilihat di Semarang, Jakarta dan tempat-tempat lainnya. Bahkan diriwayatkan, Cheng Ho juga pernah mengunjungi Kerajaan Sunda atau Sun-La.

 

 Di Semenanjung Malaya atau sekarang Malaysia, Zheng He dikenal dengan “Laksamana Saiyid Cheng Ho”, yang dalam pelayaran muhibahnya sempat singgah di Negeri Kelantan dan membawa surat serta hadiah kain sutera untuk dipersembahkan kepada Maharaja K’ Umar atau Sultan Baki Syah.

 Gavin Menzies seorang mantan anggota Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan pernah menjadi Komandan kapal selam nuklir, bahkan mencatat dalam penelitiannya yang kemudian dibukukan dengan judul “1421- The Year China Discover The World”, bahwa pelayaran Laksamana Zheng He telah mencapai benua Amerika. Muhibah pelayaran Laksamana Cheng Ho merupakan sejarah pelayaran terpanjang lebih dari 35.000 mil, dengan Armada kapal terbesar yang pernah dilakukan di dunia jauh sebelum Columbus. Dalam setiap pelayaran, Cheng Ho memimpin rata-rata 60 (enam puluh) kapal besar dan sejumlah kapal kecil dengan jumlah anak buah kapal mencapai 27.000 orang. Cheng Ho yang beragama Islam ini tidak hanya dikenal sebagai seorang pelaut muslim taat dan sangat toleran, yang dalam setiap kesempatan ikut melakukan syiar agama Islam, tetapi juga dikenal sebagai saudagar dan diplomat ulung yang mengemban misi perdagangan dan persahabatan.

Politik luar negeri Kaisar Zhu Di tidak terlepas dari cara pandang China yang unik tentang hubungan luar negeri. Ini disebabkan oleh perkembangan budaya China yang terisolasi dari peradaban dan budaya lain di luar China. Orang-orang China menyebut negerinya sebagai “Kerajaan Tengah” atau dalam bahasa Mandarin disebut Zhungguo, meskipun pandangan tentang Kerajaan Tengah dianut juga oleh raja-raja Jawa seperti terlihat dari istilah Paku Bumi atau Paku Buwono yang artinya pusat dunia.

 

 Mulai dari jaman Dinasti Qin dan Han pada abad ke-3 Sebelum Masehi hingga akhir Dinasti Qing pada abad ke-20 Masehi, China menganggap dirinya sebagai pusat dunia, negeri yang paling berbudaya dan pusat peradaban, yang memiliki arti penting bagi seluruh kehidupan manusia. Orang China (hua) adalah bangsa yang paling berbudaya, sedangkan bangsa lain di luar China disebut bangsa yang tidak berbudaya atau barbar (yiti). Sang Kaisar dipandang sebagai Putra Surgawi (Tianzu)- yang mewakili seluruh umat manusia sehingga berhak memerintah seluruh umat manusia.

 

Berdasarkan pemahaman ini dan kemudian dipengaruhi oleh ajaran Konghuchu, misi dari para Kaisar China adalah menarik semua yang ada di bumi ke dalam keharmonisan ajaran Konghuchu. Dari catatan sejarah, Cheng Ho menuliskan bahwa dia telah diperintah oleh Zhu Di untuk berlayar ke “negeri-negeri di luar cakrawala”, menuju ujung dunia. Misinya adalah untuk menunjukkan kebesaran dan kejayaan China dan mengumpulkan upeti dari “ bangsa barbar di seberang lautan”.

 

 

 

Ingin mengetahui lebih jauh, miliki buku ini….”CHINA, PELUANG ATAU ANCAMAN” yang ditulis oleh Aa Kustia Sukarnaprawira, SE.

 

Mengapa Miras dan Napza berbahaya

minuman Cetak E-mail
“Islam melarang minum-minuman keras, berjudi, riba, dan segala bentuk kejahatan”.Tidak salah apabila kaum Muslim dilarang “me­ngonsumsi” barang terlarang ini. Sebab selain sifat adiktifnya, pengaruhnya pun sangat berbahaya bagi ke­sehatan maupun kesadaran penikmatnya. Tidak sedikit kasusnya, seperti; pemerkosaan, perkelahian dan pembunuhan terjadi akibat pengaruh minuman beralkohol. Dalam beberapa kali tayangan televisi misalnya, pernah terjadi perkelahian antar kelompok pemuda di pulau Ambon, gara-gara menenggak minuman keras.

Kebiasaan “mabuk” juga telah me­muncul­kan kasus penganiayaan anak terhadap orang tuanya sendiri.  Dalam sebuah acara televisi bertajuk “Nuansa Pagi”, yang disiarkan salah satu media televisi, edisi 11 Januari 2008” dilaporkan seorang anak telah menganiaya ayahnya. Tindakan nekat ini dilakukan karena tidak senang dengan kebiasaan mabuk-mabukan sang ayah. Contoh “sangat buruk” yang di­per­lihatkan orang tua ini telah membawa petaka di dalam sebuah ke­luarga, dan juga menyebabkan disfungsi keluarga. Sebab itu, tidak salah di dalam sebuah hadist disebutkan: “Islam melarang minum-minuman keras, berjudi, riba, dan segala bentuk kejahatan”.

Pengaruh negatif alkohol
Dalam sejumlah penelitian, alkohol memiliki kaitan yang erat dengan kanker. Ini didasari pada ke­nyata­an bahwa alkohol meningkatkan kadar estrogen. Bagi wanita khususnya, alkohol dapat mening­katkan risiko terkena kanker payudara. Semakin banyak minum mi­numan ber­alkohol, semakin tinggi pula risiko terkena kan­ker payu­dara, demikian pendapat seorang spe­sialis bedah onkologi, Dr. Sutjipto Sp.B.Onk. Alkohol bekerja dengan meningkatkan kadar darah di dalam insulin darah seperti estrogen. Teori ini telah dilakukan melalui sebuah studi physiologis yang telah melibatkan beberapa wanita dalam penga­matannya. Penggunaan alkohol secara berlebihan juga akan ber­akibat lemak menumpuk di hati, yang kemudian ber­kembang menjadi hepatitis kronis dan menyebabkan sirosis (ter­jadinya jaringan parut dan kerusakan sel hati). Ihwal sirosis akan dijelaskan pada bab selanjutnya.

Racun alkohol juga telah menyebabkan kematian, kasusnya menimpa tujuh warga Kecamatan Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Sementara puluhan korban lainnya masih dirawat di rumah sakit Pasaman Barat dan Padang. Sementara itu, belum lama terjadi 12 orang meninggal dunia akibat menenggak minuman keras di Indramayu, Jawa Barat. Kasusnya nyaris sama dengan yang di Sumatera Barat.

Merebaknya konsumsi “miras” di wilayah Yogya­karta seiring dengan ditemukannya peredaran dan pe­malsuan produk-produk minumen keras bermerek Vodka dan Mansion. Menurut pembuatnya, kedua minuman yang dibuat dari campuran alkohol dan air mentah ini di­pasok ke kafe dan tempat-tempat hiburan di Yogyakarta.
Berdasarkan data Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, antara 2004-2006 kasus miras meningkat rata-rata 51 kasus per tahun. Dan setiap bulan mulai Januari – Mei 2007, rata-rata terungkap tiga hingga empat kasus.

Mengapa ketagihan Nafza
Selain miras, penyalahgunaan obat-obatan ter­larang juga semakin menggila di masyarakat. Jika Anda sering menyaksikan tayangan berita-berita kriminal pada siang hari, hampir setiap hari ditemukan kasus serupa. Lalu bagaimana menurut para ahli ihwal ter­jadinya proses “ke­tergantungan” pada barang haram ini.
Ketergantungan atau ketagihan terhadap Nafza, ter­utama narko­tika, seperti putauw, heroin, dan morfin, umum­nya timbul karena terjadi reaksi yang me­nyakit­kan tubuh bersama suasana hati yang tidak nyaman atau dis­foria, bila pemakaiannya dihentikan atau dikurangi atau tidak ditambah dosisnya. Bila seseorang menyalah­gunakan narkotika (artinya di luar sepenge­tahuan dokter untuk keperluan pengobatan seperti pem­biusan atau terapi nyeri) maka cepat atau lambat akan terjadi pe­rubahan reaksi sel saraf khusus di otak (reseptor opioid).  

Semakin tinggi dosis narkotika yang dipakai atau semakin lama ketergantungan dengan zat tersebut, maka semakin luas perubahan reseptor opioid yang akan bere­aksi pada saat terjadi gejela putus zat (sakau). Sebab itu, gang­guan fisik pada saat putus zat akan berpengaruh secara langsung pada berat ringannya tingkat ketagihan nar­kotika, demikian kata DR. Rinaldi Nizar, SP.AN (K).

Ketergantungan fisik dengan narkotika sebenarnya merupakan suatu proses yang alami bila kita memakai­nya dalam dosis besar dan berjangka lama. Ini terjadi karena adaptasi dan toleransi terhadap perangsangan itu sendiri sehingga memberi konsekuensi tertentu saat tidak ada rangsangan.
Spesialis Anestesi dari Jakarta ini meng­umpama­kan kebiasaan kita makan yang pedas-pedas, jika tiba-tiba kita mengonsumsi makanan yang tidak pedas, maka makanan itu terasa hambar dan tidak enak. Sebab itu, kita cenderung men­cari cabe atau lada.

Proses ketergantungan atau ketagihan narkotika tidak terjadi sekejap, namun umumnya melalui tahap-tahap setelah mencoba dan menikmatinya, yaitu pe­makaian saat rekreasi atau akhir pekan dan pemakaian situasional (saat depresi atau stres). Psikiater terkenal, Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, MD. PhD., juga mengatakan hal yang sama. Dengan coba-coba inilah, mereka mulai membiasa­kan diri dengan benda haram itu dan akibatnya akan fatal. Sekali mencoba, bukan mustahil, akan terus mencoba dan men­coba hingga kemudian menjadi pecandu. “Akhirnya mereka tidak bisa mengontrol diri sendiri dan narkotikalah yang mengontrol cara pikir mereka.” demikian kata Dadang Hawari.

“Pengaruh terhadap susunan saraf pusat dan otak inilah yang kurang disadari pecandu.  Akibatnya fatal.  Pikiran, perasaan dan perilaku menjadi terganggu, “ Sebab itu, tidak heran jika pemakai “narkoba” sering bertindak asosial dan kasar, serta tidak meng­indah­kan tata krama maupun kaidah agama.  Katanya lagi, “Walau efek narkotika atau psikotropika berbeda, umum­nya ada satu efek yang sama dan menjadi tujuan pe­makai, yaitu efek euphoria (eforia).  Suatu kenikmatan yang terdiri dari rasa senang yang intensitasnya lebih tinggi dibandingkan ke­senangan biasa.”

Selain itu, terdapat juga efek-efek lain seperti ke­adaan segar, lincah, aktif, tenang, santai atau mengantuk yang terlihat pada pemakai obat yang bersifat menekan susunan saraf pusat.  Nafza memengaruhi pusat peng­hayatan kenikmatan otak sebagaimana kenikmatan sen­sasi, makan, dan stimulasi seksual. Semakin luas Nafza memengaruhi pusat-pusat peng­hayatan kenikmatan seseorang, semakin kuat pula potensi ketergantungan yang akan ditimbulkan. Juga dapat me­nimbulkan ketergantungan psikologis maupun fisik, terutama bila pemakainya telah mencapai taraf ke­tergantung­an.  

Jika tidak men­dapatkan Nafza yang di­kehen­dakinya, maka timbul keadaan lepas zat (with­drawal­­state) yang gejalanya terdiri dari gejala fisik dan psikologis, yang disebut dengan istilah “sakauw” atau (sakit karena putao), dan down. Pemakai Nafza juga berpotensi terkena depresi, cemas, takut, dan curiga.  Bahkan sebagian pe­candu me­mikirkan untuk menghabisi nyawanya sendiri agar tidak menderita lagi.  

Pemakaian Nafza membuat hati dan ginjal bekerja lebih keras, dan pada akhirnya menjadi rusak.  Ginjal dan hati yang sedianya bekerja menetralkan racun dari tubuh dan jantung melemah karena pengaruh racunnya. Lebih parah lagi, jika seseorang menggunakan crystal meth, salah satu “drug”  yang memiliki efek candu lebih kuat dibanding kombinasi kokain dan heroin. Crystal meth merupakan obat paling berbahaya yang telah me­nyebar dari Iowa (salah satu negara bagian di Amerika), ke daratan Eropa. Hanya sekitar 6% pengguna­nya yang benar-benar mampu berhenti total.  Meth secara umum menstimulasi bagian dari otak yang memproduksi dopa­mine, yang membuat Anda mampu merasakan ke­senangan.  Meth meng­gandakan sebanyak 12 kali pro­duk­si dopamine dan me­rusak bagian otak.  Hingga pada akhir­nya, otak pecandunya tidak akan bisa mem­produksi dopamine “tanpa meth” dan sudah barang tentu tidak ada lagi kenikmatan!

Peredaran meth di negara bagian ini berhubungan langsung dengan produksi jagung. Ya, jagung merupakan tanaman yang banyak ditanam di Iowa. Hampir 80%  petaninya menggunakan Anhydrous ammonia. Lalu  bahan untuk menyuburkan tanah ini “disalahgunakan” sebagai bahan utama untuk pembuatan meth. Maka tidak heran, jika di wilayah yang sebagian besar kotanya dikelilingi kebun jagung ini, orang dengan mudah dapat memproduksi meth. Selain bahan bakunya mudah di­dapat, proses pembuatannya pun cukup sederhana.  

Berikut adalah pengakuan Larry, salah seorang pemakai dan pembuat meth kelas kakap kepada wartawan Maxim: “Aku tak bisa berhenti jika sedang bersama meth,  jika aku ingin melakukan sesuatu, pasti akan aku lakukan. Jika  tak ada yang mau bekerjasama, maka aku akan tetap mengusaha­kannya. Jika harus melakukan ke­kerasan, maka itu harus dilakukan. Meth benar-benar menguasai pikiran­mu.  Setelah itu, kamu bukanlah diri­mu lagi.”

Larry yang lahir dan besar di Centerville ini, mulai mengonsumsi meth pada 1994. Lain halnya dengan  Dough Fetters, lelaki yang tak kapok keluar masuk penjara ini berterus terang: “Meth adalah hal yang amat buruk, sama­sekali tidak baik, dan melukai semua orang. Sedangkan maraknya penggunaan cannabis sativus atau  “ganja”, menurut sebuah penelitian berhubungan erat dengan penurunan kemampuan reproduksi seorang pria. Bukti baru tersebut adalah hasil riset para dokter di New York tentang tumbuhan yang mengandung tetra­kana­binol ini. Mereka melakukan penelitian pada sperma 22 laki-laki yang dalam satu minggu mengon­sumsi ganja. Hasilnya, sperma tersebut berpotensi kehilangan keaktifan gerakan yang sangat diperlukan untuk proses reproduksi. Ganja dengan helai daun yang selalu ganjil ini memiliki zat psikoaktif dengan efek halusinasi.

Perlu berobat dan bertobat
Diperlukan upaya sungguh-sungguh, baik dari pe­makai maupun keluarganya untuk meng­hilang­kan ke­canduan. Terapi yang diberikan harus bersifat holis­tik yang meliputi terapi medik, psikiat­rik/psikologik dan pen­dampingan agama.  “Berobat” ber­arti mem­bersih­kan diri dari Nafza, sedangkan “bertobat” meminta pe­ngampun­an Tuhan dan memohon kekuatan iman untuk tidak kembali memakainya, demikian kata Dadang Hawari.

Dalam terapi holistik, pecandu menjalani de­tok­sifikasi untuk menghilangkan racun Nafza. Metode detok­tifikasi ini, menurut Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, meng­guna­kan sistem blok total (abstinentia totalis), dimana pasien tidak boleh lagi meng­gunakan Nafza atau turunan sintesa­nya. Detoksifikasi dilakukan untuk membersihkan racun dari tubuh seorang pecandu narkoba. Jika tidak, bagai­mana mau bisa hidup sehat, padahal banyak racun telah mengendap di dalam tubuh. Sehingga menyebabkan berbagai masalah seperti; iritasi, peradangan pada jaringan, dan menurunnya fungsi normal setiap organ tubuh.

Hindari Merokok

images  Cetak E-mail
Kebiasaan merokok sudah sangat mengkhawatirkan. Kebiasaan yang tidak sehat ini bukan saja membahayakan si perokok sendiri, namun mengancam kesehatan orang-orang di sekitarnya. Terlebih pada saat sekarang, di mana jumlah anak yang mencoba-coba produk tembakau ini terus bertambah…Kebiasaan merokok sudah sangat mengkhawatirkan. Kebiasaan yang tidak sehat ini bukan saja membahayakan si perokok sendiri, namun mengancam kesehatan orang-orang di sekitarnya. Terlebih pada saat sekarang, di mana jumlah anak yang mencoba-coba produk tembakau ini terus bertambah…

Merokok dilihat dari berbagai sisi, jelas-jelas me­ rugikan. Ini berarti bahwa perokok ini sama dengan mendzalimi diri sendiri, dan sudah barang tentu orang lain. Asap rokok yang dihisap seseorang akan menyebar ke mana-mana, sehingga berpotensi dihisap secara tidak langsung oleh orang di sekelilingnya (perokok pasif). Dalam bis atau angkutan umum yang sesak pun, mereka tak ragu-ragu merokok.

Ihwal orang tua yang perokok, akan dengan mudah me­nularkan “kebiasaan madlarat” ini kepada anak-anaknya. Sebuah penelitian yang dilakukan Health Canada’s Canadian Tobacco Use Monitory Survey, di mana hasilnya dilaporkan; setelah dewasa anak-anak berisiko sekali menjadi pe­rokok juga. Selain penyakit asma, asap rokok juga meningkat­kan risiko terkena infeksi saluran napas, khususnya infeksi telinga dan sindrom kematian mendadak pada bayi.

Pernyataan ini dibuat setelah mereka menemu­kan, sedikitnya 25 persen anak-anak dalam rumah tangga terpapar asap rokok di rumah mereka.Noel Kerin, juru bicara Canadian Lung Association (sebuah perkumpulan kesehatan jantung Kanada) me­ngatakan, “Rumah yang dihuni perokok meningkatkan 3 kali risiko asma pada anak-anak, tak jarang mereka harus dirawat dirumah sakit atau meninggal.”

DAMPAK ROKOK
“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, im­poten­si dan gangguan kehamilan dan janin”. Peringatan yang tertera pada bungkus rokok ini sudah barang tentu bukan sekadar ancaman, namun peringatan vital yang harus disadari jika hendak memperbaiki kualitas hidup. Rokok memiliki dampak negatif terhadap fisik, jika ditinjau dari segi kesehatan atau kedokteran, rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti; kanker paru, emfisema, dan jantung.

Selain mengganggu sistem pencernaan yang akan menimbulkan nyeri ulu hati dan ulkus, juga dapat meningkatkan risiko terkena Crohn’s disease (proses pe­radangan di dalam lapisan usus). Sebab itu, ketika ada orang yang merokok berarti ia memberikan ke­madharatan atau merusak dirinya sendiri,Menurut Dr Achmad Hudoyo SpP., orang pada umumnya tahu akan dampak buruk rokok bagi kesehatan. Namun sebagian besar perokok tetap saja melakukan ke­biasaan buruk ini. “Itu karena tidak ada motivasi, akibat adiksi (kecan­duan), tidak tahu cara berhenti merokok, dan masa bodoh.” demikian kata spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. berusia di atas 40 tahun dan memiliki riwayat perilaku merokok, sebaiknya secara berkala mengetes fungsi faal paru-parunya. Sebabnya, berisiko terkena kanker paru-paru yang bisa timbul dari rokok yang dihisapnya. Soalnya, menurut ahli paru dan saluran pernapasan di Rumah Sakit Bintaro ini, dalam asap rokok terdapat karsinogen (pencetus kanker) seperti tar, nikotin dan debu.

Hilangkan kebiasaan merokok Fenomena “rokok” memang semakin merebak, bukan hanya di kalangan orang tua, remaja dan anak-anak pun kian terjerat oleh bau asap tembakau ini. Meskipun jumlahnya tidak diketahui secara pasti, namun ada kecen­derungan meningkat.Pengalaman saya ketika bekerja sebagai pekerja sosial “anak jalanan”, sering melihat anak-anak ini asyik merokok. Agak sulit bagi mereka untuk meninggalkan kebiasaan buruk ini. Rupanya mereka sudah sangat ketagihan dengan rokok, mereka pun beranggapan “lebih baik merokok dari pada makan”.Dengan berbagai alasan, sebagian besar perokok terus saja merokok sekalipun tahu dampak buruk dari kebiasaan buruk ini. Berbahagialah bagi yang sudah dapat mengenyah­kan rokok.

Banyak manfaat yang bisa diambil. Berikut pernyataan para ahli dari American Lung Asso­ciation: Dalam waktu 20 menit setelah hisapan rokok terakhir, terjadi penurunan tekanan darah dan detak jantung. Delapan jam berikutnya akan terjadi penurunan kadar karbonmonoksida pada darah dan peningkatan kadar oksigen menjadi normal. Sedangkan, pada 24 jam setelah rokok terakhir akan terjadi penurunan risiko serangan jantung. Semakin lama Anda berhenti merokok, perbaikan kesehatan akan lebih nyata. Paling tidak, selama dua minggu sampai tiga bulan setelah tokok terakhir, fungsi paru-paru akan meningkat dan sirkulasi darah membaik.

Satu tahun kemudian, risiko penyakit jantung koroner berkurang sebesar 50 persen dibanding perokok. Lalu lima tahun kemudian, risiko stroke akan sama dengan orang yang tidak merokok. Beruntunglah, jika Anda telah berhasil berhenti merokok selama 15 tahun. Risiko terkena penyakit jantung sama dengan orang yang belum pernah merokok sebelumnya. Di bawah ini adalah beberapa tips agar dapat keluar dari kebiasaan merokok:

  1.  
      1. Niatkan dalam hati bahwa Anda “berhenti merokok” dan mengganti kopi dengan minuman lain. Sebab perokok biasanya penikmat kopi juga.
      2. Bila perlu, mengurangi pergaulan dengan perokok, karena biasanya mudah “menularkan” ke­biasaan ini.
      3.Perluas wawasan Anda tentang bahaya merokok. Ini penting untuk menambah keyakinan Anda agar menjauhkan diri dari produk tembakau.
      4. Meng­hindari rangsangan untuk menyentuh rokok. Bila perlu cobalah akupunktur, sebab pijat ala Cina ini diyakini dapat membantu menghentikan “ke­biasaan me­rokok”.
      5. Ada tiga golongan obat yang dipercaya ampuh dari segi kedokteran yaitu antagonis nikotin (anti ni­kotin), pengganti nikotin dan obat-obat yang ber­fungsi mengatasi beragam keluhan karena berhenti merokok. Bisa juga berkonsultasi langsung dengan dokter untuk lebih meyakinkan usaha Anda tersebut.
      6. Karet nikotin atau nicotine gum bisa dinikmati se­bagai peng­ganti nikotin dan permen karet diperlukan oleh mereka yang terbiasa menghabiskan 20 batang rokok per hari.

TINGGALKAN KEBIASAAN MEROKOK
Jika Anda memilih hidup sehat, sudah barang tentu mutlak ditinggalkan. Merokok lebih banyak merugikan ketimbang manfaatnya. Tak salah apabila Badan Kesehatan Dunia merekomendasikan agar industri rokok di negeri ini ditutup. Bahkan, bukan saja merugikan kesehatan, tetapi juga mengganggu per­ekonomian masya­rakat kecil.

Kecanduan terhadap rokok telah menyebabkan mereka mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk rokok. Padahal, menurut sebuah laporan, ada sekitar 62 persen laki-laki di Indo­nesia adalah perokok dan 10 persen pendapatannya terbuang percuma untuk merokok.Sementara, 84% dari total 1,3 trilyun perokok di dunia berasal dari negara dunia ketiga, demikian menurut laporan World Health Organization (WHO).

Di negara maju sekalipun, tetap saja kelompok berpenghasilan paling rendahlah yang menjadi konsumen rokok. Namun masyarakatnya sudah sadar akan bahaya merokok. Banyak dari penduduknya telah menanggalkan kebiasaan ini. Di Kanada misalnya, sekitar 5 juta orangnya telah berhasil berhenti merokok selama 2 dekade terakhir, sementara 10 juta orang Inggris dalam kurun waktu 10-15 tahun, dan di Amerika mencapai angka 40 juta.

Tingkat prosentase perokok yang paling tinggi di dunia adalah Madras, India. Di kawasan berpenduduk miskin itu, konsumen rokok berasal dari kelompok masyarakat yang berpenghasilan paling rendah. Di negara kita, kelompok yang paling miskin meng­gunakan 15% dari penghasilannya untuk rokok dan produk-produk tem­bakau. Kelompok miskin di Bangladesh, menghabiskan dana sepuluh kali lipat untuk rokok dibandingkan untuk pendidikan. Di tiga provinsi Vietnam pernah diadakan penelitian, dan ditemukan bahwa perokok di negeri ini menghabiskan uang­nya 3,6 kali lebih besar dibanding untuk pen­didikan, 2,5 kali lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk pakaian, dan 1,9 kali lipat lebih besar dari pengeluaran untuk kesehatan. Di daerah terpencil dan paling miskin di Cina, dana yang dihabiskan untuk produk tembakau ini mencapai 11% dari total penghasilan masyarakat­nya.

Fakta diatas adalah bukti bahwa produk tembakau ini memiliki unsur menghambur-hamburkan uang. Jadi, perbuatan ini mubazir, padahal pada saat “sulit” seperti ini nilai uang sangat berharga. Lebih baik untuk me­menuhi ke­butuhan gizi keluarga atau disedekah­kan “uang” rokok Anda kepada orang-orang yang membutuhkan. Bukankah Allah SWT menegur orang-orang yang suka meng­hambur-hamburkan uangnya:

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pem­boros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya (QS. 17:27).”

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pem­boros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya (QS.17:27 ).”

Butuh Percetakan?!

buku-tahunan1

Anda butuh percetakan yang cepat dan harga bersaing, dibantu desain dan layoutnya, kami membantu anda?

Solusinya adalah SMART AGENCY

Anda bisa dibantu membuat Majalah, Tabloid, Buku Tahunan, Profile Company, Yaasin dan Kalender.

Kami juga membantu desain dan layout majalah, tabloid dan buku. Harga terjangkau dan tidak mengecewakan.

Hubungi kami :
62-21 95267221
62-21 71079447