Hindari Merokok

images  Cetak E-mail
Kebiasaan merokok sudah sangat mengkhawatirkan. Kebiasaan yang tidak sehat ini bukan saja membahayakan si perokok sendiri, namun mengancam kesehatan orang-orang di sekitarnya. Terlebih pada saat sekarang, di mana jumlah anak yang mencoba-coba produk tembakau ini terus bertambah…Kebiasaan merokok sudah sangat mengkhawatirkan. Kebiasaan yang tidak sehat ini bukan saja membahayakan si perokok sendiri, namun mengancam kesehatan orang-orang di sekitarnya. Terlebih pada saat sekarang, di mana jumlah anak yang mencoba-coba produk tembakau ini terus bertambah…

Merokok dilihat dari berbagai sisi, jelas-jelas me­ rugikan. Ini berarti bahwa perokok ini sama dengan mendzalimi diri sendiri, dan sudah barang tentu orang lain. Asap rokok yang dihisap seseorang akan menyebar ke mana-mana, sehingga berpotensi dihisap secara tidak langsung oleh orang di sekelilingnya (perokok pasif). Dalam bis atau angkutan umum yang sesak pun, mereka tak ragu-ragu merokok.

Ihwal orang tua yang perokok, akan dengan mudah me­nularkan “kebiasaan madlarat” ini kepada anak-anaknya. Sebuah penelitian yang dilakukan Health Canada’s Canadian Tobacco Use Monitory Survey, di mana hasilnya dilaporkan; setelah dewasa anak-anak berisiko sekali menjadi pe­rokok juga. Selain penyakit asma, asap rokok juga meningkat­kan risiko terkena infeksi saluran napas, khususnya infeksi telinga dan sindrom kematian mendadak pada bayi.

Pernyataan ini dibuat setelah mereka menemu­kan, sedikitnya 25 persen anak-anak dalam rumah tangga terpapar asap rokok di rumah mereka.Noel Kerin, juru bicara Canadian Lung Association (sebuah perkumpulan kesehatan jantung Kanada) me­ngatakan, “Rumah yang dihuni perokok meningkatkan 3 kali risiko asma pada anak-anak, tak jarang mereka harus dirawat dirumah sakit atau meninggal.”

DAMPAK ROKOK
“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, im­poten­si dan gangguan kehamilan dan janin”. Peringatan yang tertera pada bungkus rokok ini sudah barang tentu bukan sekadar ancaman, namun peringatan vital yang harus disadari jika hendak memperbaiki kualitas hidup. Rokok memiliki dampak negatif terhadap fisik, jika ditinjau dari segi kesehatan atau kedokteran, rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti; kanker paru, emfisema, dan jantung.

Selain mengganggu sistem pencernaan yang akan menimbulkan nyeri ulu hati dan ulkus, juga dapat meningkatkan risiko terkena Crohn’s disease (proses pe­radangan di dalam lapisan usus). Sebab itu, ketika ada orang yang merokok berarti ia memberikan ke­madharatan atau merusak dirinya sendiri,Menurut Dr Achmad Hudoyo SpP., orang pada umumnya tahu akan dampak buruk rokok bagi kesehatan. Namun sebagian besar perokok tetap saja melakukan ke­biasaan buruk ini. “Itu karena tidak ada motivasi, akibat adiksi (kecan­duan), tidak tahu cara berhenti merokok, dan masa bodoh.” demikian kata spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. berusia di atas 40 tahun dan memiliki riwayat perilaku merokok, sebaiknya secara berkala mengetes fungsi faal paru-parunya. Sebabnya, berisiko terkena kanker paru-paru yang bisa timbul dari rokok yang dihisapnya. Soalnya, menurut ahli paru dan saluran pernapasan di Rumah Sakit Bintaro ini, dalam asap rokok terdapat karsinogen (pencetus kanker) seperti tar, nikotin dan debu.

Hilangkan kebiasaan merokok Fenomena “rokok” memang semakin merebak, bukan hanya di kalangan orang tua, remaja dan anak-anak pun kian terjerat oleh bau asap tembakau ini. Meskipun jumlahnya tidak diketahui secara pasti, namun ada kecen­derungan meningkat.Pengalaman saya ketika bekerja sebagai pekerja sosial “anak jalanan”, sering melihat anak-anak ini asyik merokok. Agak sulit bagi mereka untuk meninggalkan kebiasaan buruk ini. Rupanya mereka sudah sangat ketagihan dengan rokok, mereka pun beranggapan “lebih baik merokok dari pada makan”.Dengan berbagai alasan, sebagian besar perokok terus saja merokok sekalipun tahu dampak buruk dari kebiasaan buruk ini. Berbahagialah bagi yang sudah dapat mengenyah­kan rokok.

Banyak manfaat yang bisa diambil. Berikut pernyataan para ahli dari American Lung Asso­ciation: Dalam waktu 20 menit setelah hisapan rokok terakhir, terjadi penurunan tekanan darah dan detak jantung. Delapan jam berikutnya akan terjadi penurunan kadar karbonmonoksida pada darah dan peningkatan kadar oksigen menjadi normal. Sedangkan, pada 24 jam setelah rokok terakhir akan terjadi penurunan risiko serangan jantung. Semakin lama Anda berhenti merokok, perbaikan kesehatan akan lebih nyata. Paling tidak, selama dua minggu sampai tiga bulan setelah tokok terakhir, fungsi paru-paru akan meningkat dan sirkulasi darah membaik.

Satu tahun kemudian, risiko penyakit jantung koroner berkurang sebesar 50 persen dibanding perokok. Lalu lima tahun kemudian, risiko stroke akan sama dengan orang yang tidak merokok. Beruntunglah, jika Anda telah berhasil berhenti merokok selama 15 tahun. Risiko terkena penyakit jantung sama dengan orang yang belum pernah merokok sebelumnya. Di bawah ini adalah beberapa tips agar dapat keluar dari kebiasaan merokok:

  1.  
      1. Niatkan dalam hati bahwa Anda “berhenti merokok” dan mengganti kopi dengan minuman lain. Sebab perokok biasanya penikmat kopi juga.
      2. Bila perlu, mengurangi pergaulan dengan perokok, karena biasanya mudah “menularkan” ke­biasaan ini.
      3.Perluas wawasan Anda tentang bahaya merokok. Ini penting untuk menambah keyakinan Anda agar menjauhkan diri dari produk tembakau.
      4. Meng­hindari rangsangan untuk menyentuh rokok. Bila perlu cobalah akupunktur, sebab pijat ala Cina ini diyakini dapat membantu menghentikan “ke­biasaan me­rokok”.
      5. Ada tiga golongan obat yang dipercaya ampuh dari segi kedokteran yaitu antagonis nikotin (anti ni­kotin), pengganti nikotin dan obat-obat yang ber­fungsi mengatasi beragam keluhan karena berhenti merokok. Bisa juga berkonsultasi langsung dengan dokter untuk lebih meyakinkan usaha Anda tersebut.
      6. Karet nikotin atau nicotine gum bisa dinikmati se­bagai peng­ganti nikotin dan permen karet diperlukan oleh mereka yang terbiasa menghabiskan 20 batang rokok per hari.

TINGGALKAN KEBIASAAN MEROKOK
Jika Anda memilih hidup sehat, sudah barang tentu mutlak ditinggalkan. Merokok lebih banyak merugikan ketimbang manfaatnya. Tak salah apabila Badan Kesehatan Dunia merekomendasikan agar industri rokok di negeri ini ditutup. Bahkan, bukan saja merugikan kesehatan, tetapi juga mengganggu per­ekonomian masya­rakat kecil.

Kecanduan terhadap rokok telah menyebabkan mereka mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk rokok. Padahal, menurut sebuah laporan, ada sekitar 62 persen laki-laki di Indo­nesia adalah perokok dan 10 persen pendapatannya terbuang percuma untuk merokok.Sementara, 84% dari total 1,3 trilyun perokok di dunia berasal dari negara dunia ketiga, demikian menurut laporan World Health Organization (WHO).

Di negara maju sekalipun, tetap saja kelompok berpenghasilan paling rendahlah yang menjadi konsumen rokok. Namun masyarakatnya sudah sadar akan bahaya merokok. Banyak dari penduduknya telah menanggalkan kebiasaan ini. Di Kanada misalnya, sekitar 5 juta orangnya telah berhasil berhenti merokok selama 2 dekade terakhir, sementara 10 juta orang Inggris dalam kurun waktu 10-15 tahun, dan di Amerika mencapai angka 40 juta.

Tingkat prosentase perokok yang paling tinggi di dunia adalah Madras, India. Di kawasan berpenduduk miskin itu, konsumen rokok berasal dari kelompok masyarakat yang berpenghasilan paling rendah. Di negara kita, kelompok yang paling miskin meng­gunakan 15% dari penghasilannya untuk rokok dan produk-produk tem­bakau. Kelompok miskin di Bangladesh, menghabiskan dana sepuluh kali lipat untuk rokok dibandingkan untuk pendidikan. Di tiga provinsi Vietnam pernah diadakan penelitian, dan ditemukan bahwa perokok di negeri ini menghabiskan uang­nya 3,6 kali lebih besar dibanding untuk pen­didikan, 2,5 kali lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk pakaian, dan 1,9 kali lipat lebih besar dari pengeluaran untuk kesehatan. Di daerah terpencil dan paling miskin di Cina, dana yang dihabiskan untuk produk tembakau ini mencapai 11% dari total penghasilan masyarakat­nya.

Fakta diatas adalah bukti bahwa produk tembakau ini memiliki unsur menghambur-hamburkan uang. Jadi, perbuatan ini mubazir, padahal pada saat “sulit” seperti ini nilai uang sangat berharga. Lebih baik untuk me­menuhi ke­butuhan gizi keluarga atau disedekah­kan “uang” rokok Anda kepada orang-orang yang membutuhkan. Bukankah Allah SWT menegur orang-orang yang suka meng­hambur-hamburkan uangnya:

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pem­boros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya (QS. 17:27).”

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pem­boros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya (QS.17:27 ).”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s